Saturday, 8 October 2016

SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

A. Sistem Informasi
   
    Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

      Contoh dari Sistem Informasi adalah :
  1. Sistem reservasi pesawat terbang
  2. Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor
  3. Sistem biometric
  4. Sistem POS (point-of-sale)
  5. Sistem telemetri
  6. Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card)
  7. Sistem yang dipasang pada tempat-tempat publik yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain
  8. Sistem layanan akademis berbasis web
  9. Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI)
  10. E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet.
B. Teknologi Informasi
   
     Teknologi Informasi adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video.

     Contoh dari Teknologi Informasi adalah :
  1. Mikro komputer dan notebook
  2. Mainframe
  3. Barcode scanner
  4. Software pengolah transaksi
  5. Software spreadsheet
  6. Telepon rumah
  7.  Handphone
  8. TV
  9. VSAT
  10. Compact Disk.

C. Perbedaan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

        Dari penjelasan terkait Sistem Informasi dan Teknologi Informasi diatas, penulis menyimpulkan Sistem Informasi merupakan suatu sistem yang mengolah data menjadi informasi yang dapat digunakan oleh manusia. Sedangkan Teknologi Informasi merupakan alat atau teknologi yang digunakan untuk mendapatkan informasi.

D. Sejarah dan Perkembangan SI dan TI

      Teknologi informasi dan komunikasi di masa lampau difungsikan sebagai suatu metode untuk melakukan pengenalan terhadap bentuk-bentuk yang terlihat. Hal itu terbukti dengan adanya lukisan-lukisan yang kita temukan pada dinding-dinding gua yang berkaitan dengan kehidupan mereka, dari mulai berburu, menentukan suatu tempat untuk tinggal dan sebaginya. Pada masa itu, bentuk komukasi masyarakan hanya terbatas pada bentuk suara, dengusan dan isyarat anggota badan. Namun sesuai dengan perkembangannya, mulai diciptakan dan dikreasikan alat-alat yang dapar menimbulkan suara serta bunyi-bunyian, seperti halnya isyarat gendang, terompet, asap dan lainnya.
  1. Tahun 3000 SM bangsa Sumeria telah menemukan serta menggunakan tulisan dan simbol-simbol yang dibentuk sedemikian rupa dari pictograf sebagai huruf (masing-masing huruf dan simbol memiliki lafal dan pengucapan yang berbeda-beda, sehingga mampu membentuk suatu kata, kalimat dan bahasa).
  2. Tahun 105 M, bangsa Cina telah menemukan kertas, kertas pertama yang dibuat itu terbuat dari serat bambu.
  3. Tahun 1344 M, Johan Gunteberg menciptakan mesin pencetak kertas yang memanfaatkan plat huruf dari besi.
  4. Tahun 1830 M, Augusta Lady Byron dan Charles Babbege menulis program komputer untuk pertama kalinya di dunia, keduanya memanfaatkan mesin Analytical. Alat tersebut dirancang sedemikian rupa agar dapat memasukkan dan mengelola data serta mampu menciptakan data keluar dalam bentuk sebuah kartu. Mesin ini lebih dikenal sebagai komputer digital pertama meskipun cara kerjanya masih bersifat mekanis.
  5. Tahun 1946, ENIAC I (Electronik Numerical Integrator and Computer) yang merupakan teknologi infomasi digital pertama di dunia telah dilahirkan dan selalu melalui serangkaian proses menuju kesempurnaan.
  6. Tahun 1972, Ray Tomlinson berhasil menciptakan suatu program E-mail (surat elektronik) pertama yang memungkinkan kita dapat bertukar data dan informasi dengan jarak yang jauh dalam bentuk teks.
  7. Pada jangka waktu tahun 1973-1990, istilah internet mulai diperkenalkan dengan protocol standarnya yaitu TCP/IP. 
  8. Tahun 1981, National Science Foundation memperkenalkan Backbone/ CSNET yang memiliki kapasitas sekitar 56 kbps untuk tiap-tiap lembaga pemerintahan.
  9. Pada 1 Januari 1983, ARPANET mengganti protocol NCP-nya ke TCP/IP. 
  10. Tahun 1986, IETF menciptakan sebuah server yang difungsikan sebagai alat pengatur.
  11. Tahun 1992, untuk pertama kalinya komunitas internet dibentuk, tidak lama setelah itu kemudian CERN memperkenalkan suatu istilah fasitilas internet yang disebut dengan World Wide Web (WWW).
  12. Tahun 1993, NSF mendirikan interNIC dengan tujuan untuk menyediakan layanan jasa internet yang berkaitan dengan masalah direktori dan memori serta database, ditahun-tahun berikutnya perkembangan internet semakin bagus dan berperan penting dalam kehidupan hingga saat ini. 



Sumber :

Saturday, 4 June 2016

Tuesday, 10 May 2016

Manusia dan Pandangan Hidup


Pandangan hidup individu ada yang berbeda-beda dan ada yang sama. Ada yang pandangan hidupnya sesuai agama masing-masing, liberalisme, komunisme, sosialisme, pancasila, tradisi setempat, maupun dengan pandangan hidup sesuai diri sendiri. Pandangan hiduplah yang menentukan perilaku dan tujuan manusia hidup. Sehingga sangat penting untuk memilah dan memilih pandangan hidup.

Aku sendiri sebagai muslim pastinya memilih pandangan hidup sesuai Islam. Walaupun tak dipungkiri, aku terlalu sering melakukan kesalahan dan dosa.


Pandangan hidup sesuai Islam, berarti mengikuti apa yang diatur dalam Al-Quran dan Sunnah. Sesuai dengan perintah dan larangan Allah SWT. Dan harus ada pemimpin yang mengatur agar pandangan hidup sesuai Islam ada dan terlaksana pada diri setiap muslim. Sangat disayangkan saat ini tidak ada pemimpin yang seutuhnya menggunakan Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman. Sehingga tak ada yang melindungi dan memenuhi hak dan kewajiban diri setiap muslim.

Manusia dan Harapan


Tak ada manusia yang tak memiliki harapan. Meskipun hanya sebuah harapan untuk mati. Saya sendiri tentunya memiliki harapan, sangat banyak harapan dalam benak saya. Yang sangat berharap untuk Allah mengabulkannya ^^

Harapan utama pastinya mati syahid tanpa utang. Sehingga bisa masuk surga Firdaus bertemu nabi Muhammad dan melihat Allah, berkumpul dengan orang-orang tersayang, para nabi dan syuhada. Aamiin. Mungkin itu harapan semua muslim.

Sedangkan harapan lainnya yaitu :

1.       Umat Islam seluruh dunia dapat bersatu.
2.       Berbakti, membahagiakan, dan membanggakan kedua orang tua di dunia dan di akhirat.
3.       Menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi sholihah, pintar, cerdas, baik, dan ramah.
4.       Punya suami dan keturunan yang sholih dan sholihah semua, menjadi keluarga yang bahagia dan sukses dunia akhirat, dan menjadi keluarga pejuang agama Allah.
5.       Bisa umroh dan jalan-jalan bersama teman-teman terdekat.
6.       Umroh setiap tahun bersama orang-orang tersayang.
7.       Kuliahnya dilancarkan dan selalu mendapatkan IPK > 3,8
8.       Mendapat beasiswa ke negara lain yang menghargai Islam.
9.       Dan masih banyak lagi.

Harapan hanya akan menjadi harapan tanpa doa, usaha, dan tak lupa ridho orang tua. Saya berharap semua harapan saya dikabulkan oleh Allah SWT. Aamiin.

Tuesday, 26 April 2016

Manusia dan Keadilan


"Saya tidak punya uang pak, anak lelaki yang biasa mencari uang untuk kami sedang sakit parah ditambah cucu saya merengek kelaparan, makanya saya ambil singkong itu karena bingung mau makan apa," kata nenek kepada hakim.

Ya, betapa tak masuk akal, sebuah perusahaan besar yang mempunyai untung besar, menuntut seorang nenek yang hanya mengambil singkong yang jika diuangkan tak seberapa. Padahal dalam hukum Islam pun, tak mengapa mencuri makanan jika kondisinya sudah seperti itu, tapi hanya untuk mengganjal perut. Benar kata hakim “Saya atas nama pengadilan, menjatuhkan denda kepada setiap orang yang hadir diruang sidang sebesar 50 ribu. Sebab anda menetap dikota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya”. Karena di dalam Islam juga seperti itu, tak boleh membiarkan ada orang mati kelaparan. Jika ada maka berdosa untuk setiap 40 rumah di setiap sudut tempat tinggal orang yang mati kelaparan. Namun sayangnya tidak memakai hukum Islam sehingga ada saja orang yang tak punya hati menuntut seperti itu. Sayangnya saat ini tak ada pemimpin muslim yang mampu mengatur semuanya seperti seharusnya yang akan membawa kepada kesejahteraan.

Nenek ini tidak mendapatkan keadilan, dari perusahaan yang menuntutnya, dari hukum yang berlaku saat ini, dan dari kehidupan yang keras ini. Suatu cobaan yang besar bagi nenek ini dan keluarganya. Seharusnya seorang pemimpin dapat menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya, menjamin keadilan.

Allah Swt berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menjalankan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan suatu hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil”…(Qs. An-Nisa : 58). 

Rasulullah SAW pun mengingatkan para pemimpin, “Siapa saja yang dianugerahkan Allah sebagai pemimpin, tetapi dia tidak berbuat sesuatu untuk kebaikan umatnya (malah sebaliknya menipu dan menzalimi umatnya ), allah akan mengharamkan surga untuknya.” (HR. Bukhari).

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Asyaddunnaasi ‘azaban yaumul qiyamati imamun jair”. (Orang yang paling sakit siksaan di hari kiamat adalah pemimpin yang zalim (curang).” (HR. Thabrani dari Abdullah bin Mas’ud). 

Dari hadits dan ayat diatas, maka seharusnya nenek yang mencuri singkong demi bertahan hidup mendapat keadilan dari seorang pemimpin (negara).


Manusia dan Penderitaan


Foto tersebut diambil di jembatan penyeberangan orang dekat Stasiun Bogor. Sedih melihat orang jalanan seperti dia. Disaat orang lain bisa tidur di kasur dan makan dengan mudahnya, dia harus bekerja keras demi sesuap nasi dan harus tidur di jalanan dengan alas yang keras dan kotor. Terkadang aku mendengar rumor, kalau orang jalanan yang mengemis seperti ini ada yang menyuruh. Bisa dibilang seperti ada “boss”-nya. Mendengarnya, semakin merasa kasihan karena penderitaannya bertambah. Namun terkadang aku juga mendengar kalau mereka sudah ditawari bekerja tetapi mereka menolaknya. Dengan alasan mengemis seperti ini untungnya lebih besar dibanding bekerja yang upahnya tak seberapa.

Entahlah rumor itu benar atau tidak. Namun yang pasti, berpanas-panasan, diam hanya menunggu, memakai pakaian kotor, tidur di jalanan, tak bisa menikmati liburan, tak bisa beribadah menggunakan pakaian bersih dan rapi merupakan suatu penderitaan bagiku. Disaat orang-orang seumurnya berkumpul di tempat ber-AC untuk sekedar bercengkrama atau arisan, berekreasi dengan anak-anak dan suaminya, dia harus berpanas-panasan untuk mencari uang.

Darinya aku belajar untuk harus lebih bersyukur, dan harus lebih bekerja keras dengan apa yang aku punya sekarang. Untuk hanya sekedar tidur di kasur pun, tak semua orang bisa merasakannya. Bahkan untuk sekedar beristirahat di dalam rumah sendiri sekali pun. Kita memang harus melihat keatas sebagai motivasi untuk terus berkarya dan berjuang, namun haruslah juga melihat kebawah sebagai pembatas kita agar kita dapat bersyukur dengan yang telah kita punya dan membantu sesama.

Saturday, 12 March 2016

Manusia dan Keindahan

Indahnya Ketika Keluarga Menyatu



Begitu banyak kudapati keindahan di dalam foto di atas. Senyuman akan nyamannya kebersamaan. Ya, lebaran memang waktu yang tepat untuk menyatukan sebuah keluarga. Aku sedih, tak setiap hari bisa melihat mereka. Tak seperti saat aku kecil. Aku merindukan masa indahnya ketika kami piknik, dan menginap bersama untuk menghabiskan akhir pekan. Setiap akhir pekan. Semakin lama, semakin bertambah besar, hanya setiap libur sekolah. Bahkan saat ini sangat sulit untuk berlibur bersama, sulit untuk menyatukan jadwal kosong. Ya setidaknya masih bisa makan bersama di luar. Aku tak ingin bertambah sulit hanya untuk bertatap muka. Aku ingin keindahan ini selalu ada. Hangatnya selalu ku rasakan. Aku ingin memanfaatkan sebaik mungkin momen bersama mereka. Momen indah ini. Karena aku sebagai perempuan, akan tiba saatnya untuk lebih mementingkan imam baruku, daripada mereka.