Saturday, 17 November 2018

POST TEST MEMERIKSA SISTEM INFORMASI


1. Tiga Aspek Kata Kunci pada Kontrol Sistem
  • Pengendalian adalah Sebuah Sistem
Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.
  • Keabsahan atau Kebenaran dari Suatu Kegiatan
Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif (ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.
  • Pemeriksaan
Digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) kejadian atau peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan atau hukum (unlawful events).


2. Langkah-Langkah dalam Perencanaan Audit 
  • Pemahaman Bisnis dan industri klien
Untuk dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami kejadian, transaksi, dan praktik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.
  • Prosedur analitik
Evaluasi informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara data keuangan dan data non keuangan. Prosedur analitis mencakup perbandingan yang paling sederhana hingga model yang rumit yang mematikan berbagai hubungan dan unsur data.
  • Mempertimbangkan materialitas awal
Materialitas merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam audit laporan keuangan karena materialitas mendasari penerapan standar auditing, khususnya pengerjaan lapangan, dan stndar pelaporan.materialitas adalah besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah pada informasi akuntansi yang dapat menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.
  • Mempertimbangkan resiko audit.
Audit harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. Risiko audit adlah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit. Risiko audit terdiri dari atas tiga komponen, yaitu: Risiko bawaan, Risiko pengendalian, dan Risiko deteksi.
  • Menetapkan strategi audi tawal untuk asersi-asersi.
Mengembangkan strategi audit pendahuluan untuk asersi yang signifikan bertujuan agar auditor dalam perencanaan dan pelaksanaan audit dapat menurunkan risiko audit pada tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai kewajaran laporan keuangan
  • Mendapatkan pemahaman tentang struktur pengendalian intern klien.
Standar pengerjaan lapangan kedua menyatakan bahwa pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.


Sumber : hasmapsa.staff.gunadarma.ac.id/

PRETEST MEMERIKSA SISTEM INFORMASI


EVALUASI / AUDIT SISTEM INFORMASI

Audit Sistem Informasi menurut Ron Weber (1999, p.10) adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian intern yang memadai. Semua aktiva dilindungi dengan baik atau tidak disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer.

Audit Sistem Informasi dilakukan untuk:
  • Apakah sistem komputerisasi suatu organisasi atau perusahaan dapat mendukung pengamanan aset.
  • Apakah sistem komputerisasi dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan.
  • Apakah sistem komputerisasi tersebut efektif, efisien dan data integrity terjamin.

Tujuan Audit Sistem informasi :
  • Mengamankan Asset
Aset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya.
  • Menjaga Integritas Data
Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian, dan ketelitian. Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya. Keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga integritas data, dengan konsekuensi akan ada biaya prosedur pengendalian yang dikeluarkan harus sepadan dengan manfaat yang diharapkan.
  • Menjaga Efektifitas Sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user), apakah sistem menghasilkan laporan atau informasi yang bermanfaat bagi user. Auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya. Biasanya audit efektivitas sistem dilakukan setelah suatu sistem berjalan beberapa waktu. Manajemen dapat meminta auditor untuk melakukan post audit guna menentukan sejauh mana sistem telah mencapai tujuan.
  • Efisiensi
Dikatakan efisien jika ia menggunakan sumberdaya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Pada kenyataannya, sistem informasi menggunakan berbagai sumberdaya, seperti mesin, dan segala perlengkapannya, perangkat lunak, sarana komunikasi dan tenaga kerja yang mengoperasikan sistem tersebut.


Sumber : untag-sby.ac.id/m/berita-154-audit-sistem-informasi.html

Saturday, 21 October 2017

MESIN SORTASI KOPI OTOMATIS


Apakah mungkin membuat mesin menjadi cerdas? Jawabannya tentu saja iya. Mesin cerdas yang sudah umum di masyarakat ialah komputer, mesin cuci, dan microwave. Teknologi akan terus berkembang untuk membantu pekerjaan manusia. Disini saya akan memberi salah satu contoh mesin cerdas yang belum umum di masyarakat, yaitu mesin sortasi kopi otomatis. Kenapa belum umum? Karena banyak petani kopi di negara-negara berkembang (seperti di Indonesia) yang masih melakukan proses memilah kopi secara manual. Kopi dipilah satu persatu dengan sepenuhnya menggunakan tenaga manusia. Melelahkan bukan? Padahal menurut TradeMap2017, Indonesia adalah negara eksportir kopi terbesar kelima di dunia setelah Brazil, Vietnam, Kolombia, dan Jerman. Bayangkan jika seluruh petani kopi melakukan proses memilah kopi menggunakan mesin otomatis, tidak lagi diperiksa setiap bijinya menggunakan tangan manusia. Akan jauh lebih cepat dan mungkin saja Indonesia menjadi negara eksportir kopi nomor satu di dunia. Dengan begitu para pecinta kopi di berbagai penjuru dunia, akan datang ke Indonesia untuk mencicipi langsung dari pabriknya. Sehingga pendapatan negara akan meningkat.
Mesin sortasi kopi otomatis berfungsi untuk mengklasifikasikan kualitas kopi dengan inspeksi visual. Mesin ini dikendalikan oleh komputer yang terdiri dari konveyor belt, kamera digital, dan simulator pemisah bijian. Desain mesin sortasi digunakan untuk pengembangan sistem sortasi kopi yang akan dikategorikan menjadi empat kelas kualitas berdasarkan kualifikasi sesuai standar SCAA (Specialty Coffee Association of America). (Soedibyo, et al (2010). "Rancang Bangun Sistem Sortasi Cerdas Berbasis Pengolahan Citra untuk Kopi Beras". Jurnal Keteknikan Pertanian).

Jika mesin dapat dibuat cerdas, lalu apakah kita mampu membuat mesin yang lebih cerdas dari manusia? Jawabannya adalah tidak. Karena mesin itu sendiri dibuat oleh manusia, sehingga manusia-lah yang lebih cerdas. Saat ini mesin tidak dapat merancang mesin lainnya. Andaikan suatu saat hal itu bisa dilakukan, tetap saja manusia yang lebih pintar. Karena mesin hanya bekerja sesuai hasil rancangan manusia, atau dengan kata lain manusia yang merancang mesin. Selain itu, Allah menciptakan akal yang sempurna hanya pada manusia. 



Saturday, 6 May 2017

JURNAL

ANALISIS SITUS WEB PEMERINTAHAN BIDANG TRANSPORTASI

Nurul Ghina Qonita
Universitas Gunadarma, Depok, Indonesia.
ghinaqonita.blogspot.co.id, ghinaaqonita@gmail.com

Abstrak : Penulisan ini dilakukan untuk menganalisis 3 situs web pemerintahan. Kemudian memberi saran agar situs-situs yang dianalisis dapat dioptimalkan. Akan dibahas pula pengertian, kelebihan, macam-macam model dari Total Quality Management (TQM). Kemudian mengetahui model TQM yang cocok dengan 3 situs web pemerintahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka melalui internet dan menggunakan beberapa peralatan dan situs web analytic. Untuk 3 situs web yang dianalisis dapat menggunakan model MBNQA dengan sistem feedback. Sedangkan institusinya menggunakan Quality Control Cycle yang hanya diambil contoh penilaiannya saja, karena masih kurang cocok dengan institusi pemerintahan.

PENDAHULUAN
Setiap negara pasti memiliki sistem pemerintahan dan urusan dalam pemerintahannya masing-masing. Setiap pemerintahan diwajibkan memiliki portal penghubung dengan masyarakat, dalam hal ini portal tersebut berbentuk situs web. Contohnya situs web pemerintahan dalam bidang transportasi, yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (hubla.dephub.go.id)​, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (hubdat.dephub.go.id)​, serta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (hubud.dephub.go.id)​. Penulis melakukan analisis terhadap 3 situs web pemerintahan tersebut. Kemudian memberi saran agar situs-situs tersebut dapat dioptimalkan.
Untuk sebuah situs web diperlukan sebuah standar untuk memastikan bahwa situs web dapat berjalan secara optimum, prima, dan sesuai dengan target capaian situs web dan instansi yang mengelola situs tersebut. Sehingga akan dibahas pengertian, kelebihan, macam-macam model dari Total Quality Management (TQM). Kemudian mengetahui model TQM yang cocok dengan 3 situs web pemerintahan tersebut.

METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka melalui internet. Dalam analisis ini akan membandingkan beberapa data kuantitatif dan kualitatif yang dikelompokkan menurut subjeknya. Untuk mendapatkan data tersebut, digunakan beberapa peralatan dan situs web analytic, serta metode yang digunakan, yaitu :
1.   similarweb.com digunakan untuk mendapatkan data analytic trafik dari laman yang akan dianalisis.
2.  alexa.com dan statshow.com digunakan sebagai tambahan data analytic dari laman yang akan dianalisis.
3.  gtmetrix.com digunakan untuk mendapatkan data kecepatan muat laman secara internasional, serta web ini digunakan untuk melihat besarnya halaman dalam MB (Megabyte) yang dimuat oleh browser setiap kali membuka laman.
4. Load time extention digunakan untuk mendapat data kecepatan muat laman secara lokal menggunakan komputer pengamat. Dengan kecepatan internet 50 Mbps dengan rata-rata ping 5 ms, dan internet 3 Mbps dengan rata rata ping 52 ms.
5.  Google Chrome, Internet Explorer, dan Google Chrome Mobile digunakan sebagai browser test yang akan membuka laman. Kemudian dilihat terdapat perbedaan laman diantara browser tersebut atau tidak.
6.  CMD digunakan untuk melakukan tes latency dan waktu respon server laman.
7.  Membuka laman pada desktop dengan resolusi 1920x1080 (resolusi umum pada komputer desktop), resolusi 1366x768 (resolusi umum pada komputer laptop), dan menggunakan android sebagai acuan muat laman pada mobile platform.
8. id.wikipedia.org digunakan untuk mendapatkan materi yang dicari sebagaimana dengan sistem pembuatan makalah ini yaitu studi pustaka dari internet. Kami memilih id.wikipedia.org karena sebagai sumber utama yang tingkat bias-nya dapat ditolerir.
9.  scholar.google.co.id digunakan sebagai mesin pencari yang akan mencari materi Total Quality Management dari jurnal yang beredar dan repository dari universitas-universitas di Indonesia.
10.  google.co.id & google.com digunakan sebagai mesin pencari yang akan mencari materi Total Quality Management dari situs web standar dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

HASIL DAN PEMBAHASAN
1.      Hasil dari data analisis untuk kecepatan muat​, ​besar, dan ​latency laman adalah sebagai berikut :


Dalam grafik tersebut terlihat bahwa untuk kecepatan muat Internasional ketiga laman tersebut memiliki waktu muat yang cukup lama. Dengan waktu terlama oleh web hubud.depgub.go.id ​yang diakses secara Internasional, dan hubad.dephub.go.id​ memiliki waktu muat terendah dengan akses lokal.
Pada grafik ukuran laman didapatkan bahwa hubad.dephub.go.id memiliki ukuran paling besar yaitu 6.48 MB. Namun dengan kecepatan muat internasional yang rata-rata, dan kecepatan akses lokal tercepat dengan waktu muat 1.73 detik, dapat dilihat bahwa situs web hubad.dephub.go.id memiliki kemampuan yang baik dalam akses.
Sedangkan disisi lain, hubud.dephub.go.id memiliki ukuran laman terkecil dengan ukuran 1.32 MB dengan kecepatan muat internasional 22.35 detik, dan 15.3 detik muat secara lokal, dapat dilihat disini bahwa kemampuan server sangat jelek, dengan ukuran laman terkecil tetapi memiliki waktu muat yang tinggi.
Melanjutkan analisis kecepatan muat dan besar laman didapatkan bahwa hubud.dephub.go.id memiliki latency (delay) yang cukup rendah. Tetapi hal tersebut memunculkan pertanyaan, kenapa waktu muatnya besar padahal memiliki ukuran terkecil dan latency terkecil.
Ternyata jawaban dapat ditemukan dari bandwidth yang tersedia pada laman tersebut, hubud.dephub.go.id memiliki bandwidth terkecil dari laman lainnya. Dengan kecepatan bandwidth Internasional hanya 50 KBps dan lokal dengan kecepatan 80 KBps, nilai ini didapatkan dari ukuran besar laman dibagi dengan kecepatan muat laman.
Tentu saja hubdat.dephub.go.id yang memiliki ukuran laman terbesar yaitu 6.48 MB dapat berjalan dengan cepat. Karena memiliki bandwidth yang besar, yaitu 3750 KBps atau 3.75 MBps untuk kecepatan lokal, dan memiliki bandwidth Internasional tercepat dari ketiga laman dengan kecepatan 480 KBps.
Dengan ini penulis memberi saran kepada hubud.dephub.go.id untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi kapasitas internet pada server maupun keefektifan laman dan infrastrukturnya.

2.      Hasil dari data analisis untuk trafik laman adalah sebagai berikut :
2.1 Banyaknya pengunjung dan laman dilihat pada saat data ini diambil : 19/3/2017.
2.2 Rata-rata banyaknya laman dilihat, didapatkan dari banyaknya laman yang dilihat dibagi dengan banyaknya pengunjung. Data berlaku dalam skala harian, bulanan, dan tahunan.
2.3 Waktu rata-rata pengunjung didapatkan dari situs web similarweb.com untuk masing masing laman.
2.4 Bounce Rate adalah persentase pengunjung yang masuk ke situs web lalu pengunjung tersebut langsung keluar tanpa melihat halaman lain dari web. Secara sederhana, bounce rate bisa diartikan persentase pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman di web tersebut. Bounce Rate didapatkan dari situs web similarweb.com untuk masing masing laman.
2.5 Rank situs web menggunakan alexa rank tetapi dengan data yang diambil dari situs web statshow.com untuk masing masing laman.

3.      Total Quality Management :
Total Quality Management atau Pengendalian mutu total merupakan suatu pendekatan yang melampaui teknik-teknik pengendalian mutu statistik biasa dan metode-metode peningkatan mutu.
Salah satu cara terbaik dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan suatu produk barang atau jasa dengan kualitas terbaik. Kualitas terbaik akan diperoleh dengan melakukan upaya perbaikan secara terus-menerus terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan. Penerapan TQM adalah hal yang sangat tepat agar dapat memperbaiki unsur-unsur tersebut secara berkesinambungan. Penerapan TQM dapat memberikan beberapa manfaat utama, sebagai berikut :
  • TQM membuat perusahaan berfokus pada keinginan pasar
  • TQM menginspirasi pekerja untuk memberikan mutu terbaik dalam setiap aktivitas.
  • TQM menyalurkan prosedur yang penting untuk memperoleh hasil yang unggul.
  • TQM membantu untuk secara kontinyu menguji semua proses untuk membuang hal yang tidak diperlukan dan hal yang tidak produktif.
  • TQM mendukung perusahaan untuk benar-benar mengerti persaingan yang ada dan untuk membangun strategi perang yang efektif.
  • TQM membantu untuk membangun prosedur yang baik untuk komunikasi dan menghargai kerja yang baik.TQM membantu untuk mengulas proses apa yang diperlukan untuk membangun strategi perkembangan secara kontinyu.
Model-model dari Total Quality Management diantaranya :

ü  ISO 9000
ISO 9000 mendefinisikan standar sistem kualitas, didasarkan premis bahwa karakteristik tertentu dari praktek-praktek manajemen kualitas dapat distandarkan dan didisain dengan baik, diterapkan dengan baik, pengelolaan sistem kualitas secara hati-hati akan memberikan kepercayaan bahwa output akan memenuhi persyaratan dan harapan konsumen.

ü  MBNQA
Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan terus menerus (continuously improvement) dengan menggunakan pengukuran dan memberikan feedback mengenai kinerja organisasi secara keseluruhan dalam penyediaan produk dan jasa yang berkualitas.
MBNQA digunakan sebagai suatu kerangka kerja untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja manajemen. MBNQA dapat membantu organisasi menghadapi lingkungan dinamis, membangun sistem kerja yang tinggi, menerjemahkan visi dan misi ke dalam strategi, membangun kesuksesan jangka pendek serta stabilitas organisasi untuk jangka panjang.

ü  Balanced Score Card (BSC)
Kartu skor berimbang (bahasa Inggris: balanced scorecard, BSC) adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dema kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak hanya berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.

ü  Six Sigma
Six Sigma sebagai metode peningkatan proses bisnis yang bertujuan untuk menemukan dan mengurangi faktor–faktor penyebab kecacatan, mengurangi waktu siklus dan biaya operasi, meningkatkan produktifitas, memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik serta mendapatkan hasil atas investasi yang lebih baik dari segi produksi maupun pelayanan (Evan dan Lindsay, 2005).
ü  Quality Control Cycle
Quality Control Circle adalah sejumlah karyawan terdiri dari 3-7 orang dengan pekerjaan yang sejenis yang bertemu secara berkala untuk membahas dan memecahkan masalah-masalah pekerjaan dan lingkungannya dengan tujuan meningkatkan mutu usaha dengan menggunakan perangkat kendali mutu.

4. Model Total Quality Management yang cocok untuk situs web hubla.dephub.go.id​, hubdat.dephub.go.id, dan hubud.dephub.go.id​.
Untuk pemilihan model Total Quality Management sendiri menurut penulis model yang baik digunakan untuk melakukan pengecekan standar adalah model Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA)
Yang “merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan terus menerus (continuously improvement) dengan menggunakan pengukuran dan memberikan feedback mengenai kinerja organisasi secara keseluruhan dalam penyediaan produk dan jasa yang berkualitas.”  dengan penjelasan singkat tersebut penulis memilih model ini yang baik digunakan dalam sistem situs web yang sudah penulis analisis sebelumnya.
Dengan melakukan pengumpulan feedback dari pengunjung dan melakukan pengecekan, perbaikan, dan perubahan pada struktur, fungsi dan sistem dalam situs web, maka situs web tersebut sudah baik kualitasnya. Oleh karena itu dibutuhkan kerja oleh tim dari masing-masing situs web untuk membuat kolom feedback agar pengunjung dapat memberikan pendapatnya. Dan perlu diperhatikan kelanjutan dari feedback tersebut, sebagaimana pendapat pengunjung dapat meningkatkan kualitas dari situs web yang bersangkutan. Setelah feedback diterima diharapkan situs web dapat melakukan optimasi terhadap situsnya masing-masing setiap minggu atau setiap bulan minimalnya, agar situs web selalu memenuhi standar yang terus berubah-ubah.
Untuk feedback dari penulis sendiri seperti membenahi tampilan situs web, mengurangi content yang kurang pas, serta menambah bandwidth diharapkan dapat segera dilakukan. Karena untuk tingkat pemerintahan situs web yang disebutkan tadi masih jauh kualitasnya dari sudut pandang pengunjung.
Sedangkan untuk model Total Quality Management pada instansi pemerintahan yang bersangkutan penulis memilih model Quality Control Cycle.
“Quality Control Circle adalah sejumlah karyawan terdiri dari 3-7 orang dengan pekerjaan yang sejenis yang bertemu secara berkala untuk membahas dan memecahkan masalah-masalah pekerjaan dan lingkungannya dengan tujuan meningkatkan mutu usaha dengan menggunakan perangkat kendali mutu.”
Tetapi dengan perubahan dikarenakan Quality Control Cycle merupakan model dari Total Quality Management yang merupakan kontrol kualitas untuk organisasi enterprise yang memproduksi barang dan jasa, tetapi modelnya dapat digunakan di institusi pemerintah.

KESIMPULAN DAN SARAN
Hasil analisis situs web pemerintahan dalam bidang transportasi, yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (hubla.dephub.go.id)​, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (hubdat.dephub.go.id)​, serta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (hubud.dephub.go.id)​ adalah sebagai berikut :

Total Quality Management atau Pengendalian mutu total merupakan suatu pendekatan yang melampaui teknik-teknik pengendalian mutu statistik biasa dan metode-metode peningkatan mutu. Dengan metode, kriteria, dan tujuan masing-masing, tidak semua model TQM akan cocok dengan segala jenis organisasi dan pekerjaan. Jadi harus dicermati model penilaian standar mutu manajemen yang mana yang akan digunakan. Seperti pada analisis yang dilakukan bahwa untuk situs web dapat menggunakan model MBNQA dengan sistem feedback, dan institusinya menggunakan Quality Control Cycle yang hanya diambil contoh penilaiannya saja, karena masih kurang cocok dengan institusi pemerintahan.
Dari hasil analisis tersebut sebaiknya pemerintah melakukan pembenahan laman, baik dari sisi tampilan maupun isi atau konten yang harus selalu diperbaharui secara berkala. Kemudian hendaknya pemerintah meningkatkan kapasitas internet pada server agar meningkatkan efisiensi dan efektifitas laman. Serta tampilan pada laman dibuat semenarik mungkin dan dikembangkan dengan tambahan informasi yang bermanfaat bagi pengguna.
Kemudian sebaiknya para pelaku organisasi, enterprise, dan institusi untuk selalu meningkatkan kualitas manajemennya dengan melakukan kontrol berkala dengan sistem Total Quality Management. Serta menggunakan model-modelnya dengan tepat dan cermat untuk hasil yang baik dan selalu dalam standar kualitas yang berlaku.
     Untuk saran terpisah yang ditujukan kepada 3 situs web yang sudah disebutkan diharapkan untuk menambahkan kolom feedback agar kegiatan MBNQA dapat berjalan dengan pengunjung atau masyarakat sebagai juri yang menilai dan memberikan optimasi kepada situs web yang bersangkutan.

DAFTAR PUSTAKA
Satria Dilano, Rizqa Fitria, Andri Muhammad, Ghina Nurul, Tiara Azalia. 2017. Analisis terhadap 3 Situs Web Pemerintahan Bidang Transportasi. Bogor.
Satria Dilano, Rizqa Fitria, Andri Muhammad, Ghina Nurul, Tiara Azalia. 2017. Total Quality Management. Bogor.

Saturday, 28 January 2017

PEMANFAATAN TEKNOLOGI MASA KINI

     Salah satu (inovasi) teknologi masa kini yang pernah saya gunakan yaitu kompor listrik. Memasak makanan dengan menggunakan kompor gas sudah mainstream. Yap kompor listrik atau disebut juga kompor induksi ini tidak mengeluarkan api, sehingga kecil kemungkinannya terjadi kebakaran. Bagaimana cara kerjanya? Mengapa tidak mengeluarkan api? Mari baca sedikit penjelasannya di bawah ini.


     Kalau kawat konduktor dialiri arus listrik, maka di sekelilingnya akan terbentuk garis gaya magnet. Jika kawat konduktor itu dibentuk kumparan dan di dekatnya diletakkan materi yang dapat menghantarkan listrik, maka logam tersebut akan menerima pengaruh garis gaya magnet lalu di dalam logam tersebut akan mengalir arus, setiap logam biasanya memiliki hambatan listrik, dan arus yang mengalir dalam logam tersebut akan menghasilkan joule heating sebesar P = I^2 × R, dimana P adalah daya, I untuk arus, dan R untuk hambatan, daya inilah yang keluar sebagai panas dan proses yang berlangsung dinamai pemanasan lewat induksi.

     Selain itu, proses ini juga tidak memanaskan udara di sekitarnya, sehingga orang yang sedang berada di dekat kompor tidak akan merasa kepanasan. Alat masak pun lebih awet karena tidak menghitam akibat api. Berdasarkan penngalaman pemakaian kompor induksi ini lebih hemat 72% daripada kompor lain membuat kompor induksi efisien dan ramah lingkungan, sehingga untuk mengurangi pengeluaran keuangan keluarga kompor jenis ini tidak ada salahnya untuk dicoba.

     Kompor induksi merupakan kompor Induksi yang mampu mempersingkat waktu memasak hingga 1/3 apabila dibandingkan dengan waktu memasak dengan kompor gas konvensional. Dengan daya maksimal hingga dua ribu Watt, tentunya dengan menggunakan kompor induksi, memasak akan lebih cepat. Kompor induksi biasanya dapat digunakan untuk alat masak berdiameter 10-23 cm. Memasak akan semakin mudah karena kompor induksi dilengkapi dengan beberapa pengaturan suhu dan timer untuk memudahkan memasak.


     Namun berdasarkan pengalaman saya, kompor listrik ini masih memiliki banyak kekurangan. Contohnya :
  • Rasa dari makanan yang dimasak menjadi berkurang (tidak seenak makanan yang dimasak menggunakan kompor gas).
  • Walau hemat dari pengeluaran tabung gas, namun boros dalam pemakaian daya listrik. 
  • Jika terjadi mati listrik, kompor tidak dapat digunakan.
  • Walaupun lebih nyaman menggunakannya, tapi tidak semua alat masak dapat digunakan. Salah satunya yaitu wajan.
  • Dan pastinya harga belinya yang jauh lebih mahal dibanding kompor gas.




Sumber :


Sunday, 13 November 2016

DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI


A.    Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan komponen-komponen atau unit-unit kerja dalam sebuah organisasi. Struktur organisasi menunjukan bahwa adanya pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan-kegiatan berbeda yang dikoordinasikan. Dan selain itu struktur organisasi juga menunjukkan mengenai spesialisasi-spesialisasi dari pekerjaan, saluran perintah maupun penyampaian laporan.

B.     Fungsi Struktur Organisasi
            Adapun fungsi atau kegunaan dari struktur dalam sebuah organisasi, berikut dibawah ini penjelasannya:
1.      Kejelasan tanggung jawab.
        Setiap anggota dari organisasi harus dapat bertanggung jawab dan juga apa saja yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap anggota suatu organisasi tentunya harus dapat bertanggung jawab kepada pimpinannya atau kepada atasannya yang telah memberikan kewenangan, karena pelaksanaan atau implementasi kewenangan tersebut yang perlu dipertanggungjawabkan. Itulah fungsi struktur organisasi tentang kejelasan tanggung jawab.
2.      Kejelasan kedudukan.
        Yang selanjutnya yaitu kejelasan mengenai kedudukan,disini artinya anggota atau seseorang yang ada didalam struktur organisasi sebenarnya dapat mempermudah dalam melakukan koordinasi dan hubungan, sebab adanya keterkaitan penyelesaian mengenai suatu fungsi yang telah di percayakan kepada seseorang atau anggota.
3.      Kejelasan mengenai jalur hubungan.
        Fungsi selanjutnya yaitu sebagai kejelasan jalur hubungan maksudnya dalam melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab setiap pegawai didalam sebuah organisasi maka akan dibutuhkan kejelasan hubungan yang tergambar dalam struktur sehingga dalam jalur penyelesaian suatu pekerjaan akan semakin lebih efektif dan dapat saling memberikan keuntungan.
4.      Kejelasan uraian tugas.
        Dan Fungsi lainnya yaitu kejelasan mengenai uraian tugas didalam struktur organisasi akan sangat membantu pihak atasan atau pimpinan untuk dapat melakukan pengawasan maupun pengendalian, dan juga bagi bawahan akan dapat lebih berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu tugas atau pekerjaan karena uraian yang jelas. Itulah salah satu fungsi sebagai kejelasan uraian tugas.

C.    Dimensi Struktur Organisasi.
Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangkan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.
1.      Formalisasi.
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
2.      Sentralisasi.
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
3.      Kerumitan.
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.
D.    Departementalisasi.
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
ü  Fungsi
ü  Produk atau jasa
ü  Wilayah
ü  Langganan
ü  Proses atau peralatan
ü  Waktu
ü  Pelayanan
ü  Alpa-numeral      
ü  Proyek atau matriks
1.      Departementalisasi Fungsional
Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.
Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
2.      Departementalisasi Divisional
Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah, regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

E.       Model-model Desain Organisasi.
Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
1.      Desain Organisasi Mekanistik.
ü  Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
ü  Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
ü  Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
ü  Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
ü  Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
2.      Desain Organisasi Organik.
ü  Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
ü  Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
ü  Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
ü  Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

F.       Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi.
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.


Sumber :

TREND INOVASI MASA DEPAN

      Pada tugas kali ini saya akan memaparkan imajinasi saya tentang teknologi yang akan trend dimasa depan, mungkin tidak terlalu rumit dan sering kita jumpai orang-orang yang sangat membutuhkan benda satu ini, yap itu charger smartphone. Era global ini memaksa manusia melakukan sesuatu serba digital, mulai dari tugas, pekerjaan, dan lain sebagainya. Tentu, masing masing dari orang pasti setidaknya memiliki satu atau lebih smartphone, namun apakah sebuah smartphone bisa bertahan untuk waktu yang cukup lama? Tentu, jika kalian baru membeli sebuah smartphone, kalian akan merasakan bagaimana smarthone itu bertahan untuk waktu yang cukup lama, namun jika smartphone kita sudah berumur cukup panjang, akankah sama daya tahan baterai smartphone tersebut seperti waktu kita baru membeli? Tentu akan jauh berbeda bukan?

   Walaupun sudah diciptakannya sebuah powerbank untuk mengisi daya smartphone kalian, itu tidak akan cukup, karena powerbank juga butuh daya agar bisa mentransfer daya dari powerbank tersebut ke smartphone kalian. Lagipula, umur dari powerbank tersebut juga takkan bertahan lama, paling tidak 6-12 bulan, kalian sudah harus mengganti dengan powerbank yang baru.

     Disini saya berimajinasi, akan membuat sebuat charger smartphone yang simple, dan juga mendapat daya pada saat mengisi smartphone kalian? Kok bisa? Tentu saja, sekarang saja sudah ada powerbank yang bisa mengisi daya lewat tenaga surya, kenapa charger smartphone tidak bisa? Saya ingin menciptakan mini-charger, dengan kata lain, hanya ujung bagian kepala dari charger tersebut untuk mengisi daya smartphone kalian. Jika kalian mempunyai sebuah mouse wireless, charger tersebut sama modelnya dengan sambungan dari mouse wireless tersebut. Kebayang kan?

    Jadi nantinya, mini charger ini gaperlu kalian lepas dari smartphone kalian. Orang pasti berpikir karena ukurannya yang kecil bakal mudah hilang dan sebagainya. Gak perlu khawatir, mini charger ini akan terus menempel pada smartphone kalian, dan kalian hanya perlu menekan tombol on jika ingin mengisi daya smartphone kalian. Lalu, gimana bisa mini charger mendapat daya kalau ga dicopot dari smartphone? Disini saya akan membuat mini charger mengisi daya lewat tenaga surya, lewat cahaya yang nantinya otomatis akan mengisi daya dari mini charger tersebut.

    Jadi, sambil mengisi daya smartphone kalian, mini charger itu akan mengisi dayanya sendiri, enak kan? Gaperlu pusing untuk mencari soket untuk mengecharge smartphone kalian, ataupun harus membawa powerbank yang ukurannya bisa memakan tempat. Dengan mini charger ini, kalian juga nanti akan dibeli kabel sambungan yang otomatis akan langsung menempel pada ujung dari mini charger tersebut, seandainya kalian mengisi daya smartphone kalian dirumah, ataupun dikantor. Dan dari mini charger ini pun, mengurangi resiko jatuhnya smartphone kalian jikalau kalian tidak sengaja lewat dan tersandung pada saat kalian mengisi daya smartphone kalian dirumah, kabel dari mini charger akan otomatis terlepas tanpa menjatuhkan smartphone kalian. Safety bukan? Karna sekarang sudah adanya magnetic charger tersebut yang dibuat, saya menambah inovasi dengan memberikan daya pada ujung dari charger tersebut agar ketika kita pergi keluar dan sangat membutuhkan smartphone, tidak perlu khawatir akan kehabisan daya dari smartphone tersebut.


   Jika earphone saja sudah bisa otomatis tanpa menggunakan kabel, masa iya nantinya tidak ada charger tanpa kabel, yang bisa mengisi daya tanpa repot menggunakan kabel dan mencari soket dimana mana. Zaman ini sudah sangat maju. Dan kitalah yang akan memajukannya kembali untuk masa yang akan datang. Tentu dengan sebuah inovasi dan imajinasi, segalanya bisa terjadi, dan bisa sangat berguna bagi manusia kedepannya.