Wednesday, 20 February 2019

POST TEST COBIT


Selain COBIT, terdapat beberapa tools lain yang digunakan untuk melakukan audit Teknologi Informasi (TI), yaitu:
  • ACL (Audit Command Language)
Merupakan perangkat lunak dalam pelaksanaan audit yang di design khusus untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktif. ACL dapat digunakan untuk user biasa atau yang sudah ahli.
  • Picalo
Picalo adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan analisa data yang dihasilkan dari berbagai sumber. Picalo dikemas dengan GUI (Graphis User Interface) yang mudah digunakan, dan dapat berjalan di berbagai sistem operasi.
  • Metasploit
Metasploit merupakan perangkat lunak yang dapat membanttu keamanan dan sifat profesionalisme teknologi informasi seperti melakukan identifikasi masalah keamanan, verifikasi kerentanan, dapat melakukan scanning aplikasi website, dan rekayasa sosial.
  • NMap (Network Mapper)
NMap bersifat open source yang digunakan untuk audit dalam hal keamanan. Sistem dan administrator menggunakan perangkat lunak ini sebagai persediaan jaringan, mengelola jadwal layanan untuk upgrade, jenis firewall apa yang sedang digunakan, dan lain-lain. NMap berjalan pada semua sistem operasi dan paket biner seperti Linux, serta dapat melakukan transfer data secara fleksibel.
  • Wireshark
Wireshark adalah jaringan terkemuka pada analyzer protocol. Perangkat ini dapat membantu dalam melakukan penangkapan dan interaksi dalam penelusuran lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer.


PRE TEST COBIT


COBIT (Control Objective for Information and related Technology) adalah kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT. 

Versi-versi COBIT adalah sebagai berikut :
  • Versi pertama diterbitkan pada tahun 1996 
  • Versi kedua tahun 1998
  • Versi 3.0 di tahun 2000
  • Cobit 4.0 pada tahun 2005
  • CObit 4.1 tahun 2007 
  • Versi 5 yang di rilis baru-baru saja

COBIT berorientasi proses, dimana secara praktis COBIT dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan IT. COBIT memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi. 
Siapa saja yang menggunakan COBIT? COBIT digunakan secara umum oleh mereka yang memiliki tanggung jawab utama dalam alur proses organisasi, mereka yang organisasinya sangat bergantung pada kualitas, kehandalan dan penguasaan teknologi informasi.

Cobit memiliki 4 Cakupan Domain : 
  • Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula. 
  • Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement
Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis. 
  • Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training. 
  • Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol. 


Sunday, 6 January 2019

POST TEST KENDALI DAN AUDIR SISTEM INFORMASI


Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus. Terdapat 15 area pengendalian, yaitu :

1.      Integritas Sistem
ü  Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user.
ü  Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable.
ü  Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang diinginkan.
ü  Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan.
ü  Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan.
ü  Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh.
2.      Manajemen Sumber Daya
ü  Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem. Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah dipantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar. Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang
berkesinambungan.
3.      Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W Sistem
ü  Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan
terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem.
ü  Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di
dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang
dibakukan dan disetujui.
4.      Backup dan Recovery
ü  Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran). Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).
5.      Contigency Planning
ü  Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman terhadap fasilitas pemrosesan SI. Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.
6.      System S/W Support
ü  Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan
dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan
dengan S/W aplikasi. Dengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik
untuk integritas fungsionalnya.
ü  Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika
sistem secara menyeluruh (systemwide logical security).
7.      Dokumentasi
ü  Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem. Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi. Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.
8.      Pelatihan atau Training
ü  Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya. Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.
9.      Administrasi
ü  Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggung jawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang
digunakan. Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.
10.  Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
ü  Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali
akses ke sumber daya informasi.
ü  Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan.
ü  Pengendalian dan backup sarana telekomunikasi.
11.  Operasi
ü  Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO.
ü  Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus
terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk
run/restore/backup atas seluruh aplikasi.
ü  Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem shift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.
12.  Telekomunikasi
ü  Review terhadap logical and physical access controls, AKS.
ü  Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange
(EDI).
ü  Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan
komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran
telekomunikasi.
13.  Program Libraries
ü  Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source
code
dan compiled production program code dengan yang disimpan di application
test libraries development.
ü  Terdapat review atas prosedur quality assurance.
14.  Application Support
ü  Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem.
ü  Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI.
ü  Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC
yang digunakan.
15.  Microcomputer Controls
ü  Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki.
ü  Pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk
menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.



PRE TEST KENDALI DAN AUDIR SISTEM INFORMASI

Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'. Konsep Proses Pencapaian Tujuan merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan. Efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisasi, dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya suatu kegiatan manajemen disebut manajer.
Dengan konsep Proses Pencapaian Tujuan, disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi pada lapisan bawah. Mereka yang dekat dengan konsumen yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar.
Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah pengorganisasian orkes simponi. Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisasi masing-masing.
Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor. Manajer tersebut tidak lagi harus memiliki pengetahuan teknis seperti yang dimiliki pemain orkesnya, tetapi yang diperlukan hanya seorang yang mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.



Saturday, 17 November 2018

POST TEST MEMERIKSA SISTEM INFORMASI


1. Tiga Aspek Kata Kunci pada Kontrol Sistem
  • Pengendalian adalah Sebuah Sistem
Dengan kata lain, terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.
  • Keabsahan atau Kebenaran dari Suatu Kegiatan
Keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif (ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.
  • Pemeriksaan
Digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) kejadian atau peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan atau hukum (unlawful events).


2. Langkah-Langkah dalam Perencanaan Audit 
  • Pemahaman Bisnis dan industri klien
Untuk dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki pengetahuan tentang bisnis kliennya agar memahami kejadian, transaksi, dan praktik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.
  • Prosedur analitik
Evaluasi informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara data keuangan dan data non keuangan. Prosedur analitis mencakup perbandingan yang paling sederhana hingga model yang rumit yang mematikan berbagai hubungan dan unsur data.
  • Mempertimbangkan materialitas awal
Materialitas merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam audit laporan keuangan karena materialitas mendasari penerapan standar auditing, khususnya pengerjaan lapangan, dan stndar pelaporan.materialitas adalah besarnya kelalaian atau pernyataan yang salah pada informasi akuntansi yang dapat menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.
  • Mempertimbangkan resiko audit.
Audit harus mempertimbangkan risiko audit dalam melakukan perencanaan audit. Risiko audit adlah risiko tidak diketahuinya kesalahan yang dapat mengubah pendapat auditor atas suatu laporan keuangan yang diaudit. Risiko audit terdiri dari atas tiga komponen, yaitu: Risiko bawaan, Risiko pengendalian, dan Risiko deteksi.
  • Menetapkan strategi audi tawal untuk asersi-asersi.
Mengembangkan strategi audit pendahuluan untuk asersi yang signifikan bertujuan agar auditor dalam perencanaan dan pelaksanaan audit dapat menurunkan risiko audit pada tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai kewajaran laporan keuangan
  • Mendapatkan pemahaman tentang struktur pengendalian intern klien.
Standar pengerjaan lapangan kedua menyatakan bahwa pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.


Sumber : hasmapsa.staff.gunadarma.ac.id/

PRETEST MEMERIKSA SISTEM INFORMASI


EVALUASI / AUDIT SISTEM INFORMASI

Audit Sistem Informasi menurut Ron Weber (1999, p.10) adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi telah menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian intern yang memadai. Semua aktiva dilindungi dengan baik atau tidak disalahgunakan serta terjaminnya integritas data, keandalan serta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer.

Audit Sistem Informasi dilakukan untuk:
  • Apakah sistem komputerisasi suatu organisasi atau perusahaan dapat mendukung pengamanan aset.
  • Apakah sistem komputerisasi dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan.
  • Apakah sistem komputerisasi tersebut efektif, efisien dan data integrity terjamin.

Tujuan Audit Sistem informasi :
  • Mengamankan Asset
Aset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya.
  • Menjaga Integritas Data
Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian, dan ketelitian. Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya. Keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga integritas data, dengan konsekuensi akan ada biaya prosedur pengendalian yang dikeluarkan harus sepadan dengan manfaat yang diharapkan.
  • Menjaga Efektifitas Sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user), apakah sistem menghasilkan laporan atau informasi yang bermanfaat bagi user. Auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya. Biasanya audit efektivitas sistem dilakukan setelah suatu sistem berjalan beberapa waktu. Manajemen dapat meminta auditor untuk melakukan post audit guna menentukan sejauh mana sistem telah mencapai tujuan.
  • Efisiensi
Dikatakan efisien jika ia menggunakan sumberdaya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Pada kenyataannya, sistem informasi menggunakan berbagai sumberdaya, seperti mesin, dan segala perlengkapannya, perangkat lunak, sarana komunikasi dan tenaga kerja yang mengoperasikan sistem tersebut.


Sumber : untag-sby.ac.id/m/berita-154-audit-sistem-informasi.html

Saturday, 21 October 2017

MESIN SORTASI KOPI OTOMATIS


Apakah mungkin membuat mesin menjadi cerdas? Jawabannya tentu saja iya. Mesin cerdas yang sudah umum di masyarakat ialah komputer, mesin cuci, dan microwave. Teknologi akan terus berkembang untuk membantu pekerjaan manusia. Disini saya akan memberi salah satu contoh mesin cerdas yang belum umum di masyarakat, yaitu mesin sortasi kopi otomatis. Kenapa belum umum? Karena banyak petani kopi di negara-negara berkembang (seperti di Indonesia) yang masih melakukan proses memilah kopi secara manual. Kopi dipilah satu persatu dengan sepenuhnya menggunakan tenaga manusia. Melelahkan bukan? Padahal menurut TradeMap2017, Indonesia adalah negara eksportir kopi terbesar kelima di dunia setelah Brazil, Vietnam, Kolombia, dan Jerman. Bayangkan jika seluruh petani kopi melakukan proses memilah kopi menggunakan mesin otomatis, tidak lagi diperiksa setiap bijinya menggunakan tangan manusia. Akan jauh lebih cepat dan mungkin saja Indonesia menjadi negara eksportir kopi nomor satu di dunia. Dengan begitu para pecinta kopi di berbagai penjuru dunia, akan datang ke Indonesia untuk mencicipi langsung dari pabriknya. Sehingga pendapatan negara akan meningkat.
Mesin sortasi kopi otomatis berfungsi untuk mengklasifikasikan kualitas kopi dengan inspeksi visual. Mesin ini dikendalikan oleh komputer yang terdiri dari konveyor belt, kamera digital, dan simulator pemisah bijian. Desain mesin sortasi digunakan untuk pengembangan sistem sortasi kopi yang akan dikategorikan menjadi empat kelas kualitas berdasarkan kualifikasi sesuai standar SCAA (Specialty Coffee Association of America). (Soedibyo, et al (2010). "Rancang Bangun Sistem Sortasi Cerdas Berbasis Pengolahan Citra untuk Kopi Beras". Jurnal Keteknikan Pertanian).

Jika mesin dapat dibuat cerdas, lalu apakah kita mampu membuat mesin yang lebih cerdas dari manusia? Jawabannya adalah tidak. Karena mesin itu sendiri dibuat oleh manusia, sehingga manusia-lah yang lebih cerdas. Saat ini mesin tidak dapat merancang mesin lainnya. Andaikan suatu saat hal itu bisa dilakukan, tetap saja manusia yang lebih pintar. Karena mesin hanya bekerja sesuai hasil rancangan manusia, atau dengan kata lain manusia yang merancang mesin. Selain itu, Allah menciptakan akal yang sempurna hanya pada manusia. 



Saturday, 6 May 2017

JURNAL

ANALISIS SITUS WEB PEMERINTAHAN BIDANG TRANSPORTASI

Nurul Ghina Qonita
Universitas Gunadarma, Depok, Indonesia.
ghinaqonita.blogspot.co.id, ghinaaqonita@gmail.com

Abstrak : Penulisan ini dilakukan untuk menganalisis 3 situs web pemerintahan. Kemudian memberi saran agar situs-situs yang dianalisis dapat dioptimalkan. Akan dibahas pula pengertian, kelebihan, macam-macam model dari Total Quality Management (TQM). Kemudian mengetahui model TQM yang cocok dengan 3 situs web pemerintahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka melalui internet dan menggunakan beberapa peralatan dan situs web analytic. Untuk 3 situs web yang dianalisis dapat menggunakan model MBNQA dengan sistem feedback. Sedangkan institusinya menggunakan Quality Control Cycle yang hanya diambil contoh penilaiannya saja, karena masih kurang cocok dengan institusi pemerintahan.

PENDAHULUAN
Setiap negara pasti memiliki sistem pemerintahan dan urusan dalam pemerintahannya masing-masing. Setiap pemerintahan diwajibkan memiliki portal penghubung dengan masyarakat, dalam hal ini portal tersebut berbentuk situs web. Contohnya situs web pemerintahan dalam bidang transportasi, yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (hubla.dephub.go.id)​, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (hubdat.dephub.go.id)​, serta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (hubud.dephub.go.id)​. Penulis melakukan analisis terhadap 3 situs web pemerintahan tersebut. Kemudian memberi saran agar situs-situs tersebut dapat dioptimalkan.
Untuk sebuah situs web diperlukan sebuah standar untuk memastikan bahwa situs web dapat berjalan secara optimum, prima, dan sesuai dengan target capaian situs web dan instansi yang mengelola situs tersebut. Sehingga akan dibahas pengertian, kelebihan, macam-macam model dari Total Quality Management (TQM). Kemudian mengetahui model TQM yang cocok dengan 3 situs web pemerintahan tersebut.

METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka melalui internet. Dalam analisis ini akan membandingkan beberapa data kuantitatif dan kualitatif yang dikelompokkan menurut subjeknya. Untuk mendapatkan data tersebut, digunakan beberapa peralatan dan situs web analytic, serta metode yang digunakan, yaitu :
1.   similarweb.com digunakan untuk mendapatkan data analytic trafik dari laman yang akan dianalisis.
2.  alexa.com dan statshow.com digunakan sebagai tambahan data analytic dari laman yang akan dianalisis.
3.  gtmetrix.com digunakan untuk mendapatkan data kecepatan muat laman secara internasional, serta web ini digunakan untuk melihat besarnya halaman dalam MB (Megabyte) yang dimuat oleh browser setiap kali membuka laman.
4. Load time extention digunakan untuk mendapat data kecepatan muat laman secara lokal menggunakan komputer pengamat. Dengan kecepatan internet 50 Mbps dengan rata-rata ping 5 ms, dan internet 3 Mbps dengan rata rata ping 52 ms.
5.  Google Chrome, Internet Explorer, dan Google Chrome Mobile digunakan sebagai browser test yang akan membuka laman. Kemudian dilihat terdapat perbedaan laman diantara browser tersebut atau tidak.
6.  CMD digunakan untuk melakukan tes latency dan waktu respon server laman.
7.  Membuka laman pada desktop dengan resolusi 1920x1080 (resolusi umum pada komputer desktop), resolusi 1366x768 (resolusi umum pada komputer laptop), dan menggunakan android sebagai acuan muat laman pada mobile platform.
8. id.wikipedia.org digunakan untuk mendapatkan materi yang dicari sebagaimana dengan sistem pembuatan makalah ini yaitu studi pustaka dari internet. Kami memilih id.wikipedia.org karena sebagai sumber utama yang tingkat bias-nya dapat ditolerir.
9.  scholar.google.co.id digunakan sebagai mesin pencari yang akan mencari materi Total Quality Management dari jurnal yang beredar dan repository dari universitas-universitas di Indonesia.
10.  google.co.id & google.com digunakan sebagai mesin pencari yang akan mencari materi Total Quality Management dari situs web standar dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

HASIL DAN PEMBAHASAN
1.      Hasil dari data analisis untuk kecepatan muat​, ​besar, dan ​latency laman adalah sebagai berikut :


Dalam grafik tersebut terlihat bahwa untuk kecepatan muat Internasional ketiga laman tersebut memiliki waktu muat yang cukup lama. Dengan waktu terlama oleh web hubud.depgub.go.id ​yang diakses secara Internasional, dan hubad.dephub.go.id​ memiliki waktu muat terendah dengan akses lokal.
Pada grafik ukuran laman didapatkan bahwa hubad.dephub.go.id memiliki ukuran paling besar yaitu 6.48 MB. Namun dengan kecepatan muat internasional yang rata-rata, dan kecepatan akses lokal tercepat dengan waktu muat 1.73 detik, dapat dilihat bahwa situs web hubad.dephub.go.id memiliki kemampuan yang baik dalam akses.
Sedangkan disisi lain, hubud.dephub.go.id memiliki ukuran laman terkecil dengan ukuran 1.32 MB dengan kecepatan muat internasional 22.35 detik, dan 15.3 detik muat secara lokal, dapat dilihat disini bahwa kemampuan server sangat jelek, dengan ukuran laman terkecil tetapi memiliki waktu muat yang tinggi.
Melanjutkan analisis kecepatan muat dan besar laman didapatkan bahwa hubud.dephub.go.id memiliki latency (delay) yang cukup rendah. Tetapi hal tersebut memunculkan pertanyaan, kenapa waktu muatnya besar padahal memiliki ukuran terkecil dan latency terkecil.
Ternyata jawaban dapat ditemukan dari bandwidth yang tersedia pada laman tersebut, hubud.dephub.go.id memiliki bandwidth terkecil dari laman lainnya. Dengan kecepatan bandwidth Internasional hanya 50 KBps dan lokal dengan kecepatan 80 KBps, nilai ini didapatkan dari ukuran besar laman dibagi dengan kecepatan muat laman.
Tentu saja hubdat.dephub.go.id yang memiliki ukuran laman terbesar yaitu 6.48 MB dapat berjalan dengan cepat. Karena memiliki bandwidth yang besar, yaitu 3750 KBps atau 3.75 MBps untuk kecepatan lokal, dan memiliki bandwidth Internasional tercepat dari ketiga laman dengan kecepatan 480 KBps.
Dengan ini penulis memberi saran kepada hubud.dephub.go.id untuk meningkatkan dan mengoptimalisasi kapasitas internet pada server maupun keefektifan laman dan infrastrukturnya.

2.      Hasil dari data analisis untuk trafik laman adalah sebagai berikut :
2.1 Banyaknya pengunjung dan laman dilihat pada saat data ini diambil : 19/3/2017.
2.2 Rata-rata banyaknya laman dilihat, didapatkan dari banyaknya laman yang dilihat dibagi dengan banyaknya pengunjung. Data berlaku dalam skala harian, bulanan, dan tahunan.
2.3 Waktu rata-rata pengunjung didapatkan dari situs web similarweb.com untuk masing masing laman.
2.4 Bounce Rate adalah persentase pengunjung yang masuk ke situs web lalu pengunjung tersebut langsung keluar tanpa melihat halaman lain dari web. Secara sederhana, bounce rate bisa diartikan persentase pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman di web tersebut. Bounce Rate didapatkan dari situs web similarweb.com untuk masing masing laman.
2.5 Rank situs web menggunakan alexa rank tetapi dengan data yang diambil dari situs web statshow.com untuk masing masing laman.

3.      Total Quality Management :
Total Quality Management atau Pengendalian mutu total merupakan suatu pendekatan yang melampaui teknik-teknik pengendalian mutu statistik biasa dan metode-metode peningkatan mutu.
Salah satu cara terbaik dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan suatu produk barang atau jasa dengan kualitas terbaik. Kualitas terbaik akan diperoleh dengan melakukan upaya perbaikan secara terus-menerus terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan. Penerapan TQM adalah hal yang sangat tepat agar dapat memperbaiki unsur-unsur tersebut secara berkesinambungan. Penerapan TQM dapat memberikan beberapa manfaat utama, sebagai berikut :
  • TQM membuat perusahaan berfokus pada keinginan pasar
  • TQM menginspirasi pekerja untuk memberikan mutu terbaik dalam setiap aktivitas.
  • TQM menyalurkan prosedur yang penting untuk memperoleh hasil yang unggul.
  • TQM membantu untuk secara kontinyu menguji semua proses untuk membuang hal yang tidak diperlukan dan hal yang tidak produktif.
  • TQM mendukung perusahaan untuk benar-benar mengerti persaingan yang ada dan untuk membangun strategi perang yang efektif.
  • TQM membantu untuk membangun prosedur yang baik untuk komunikasi dan menghargai kerja yang baik.TQM membantu untuk mengulas proses apa yang diperlukan untuk membangun strategi perkembangan secara kontinyu.
Model-model dari Total Quality Management diantaranya :

ü  ISO 9000
ISO 9000 mendefinisikan standar sistem kualitas, didasarkan premis bahwa karakteristik tertentu dari praktek-praktek manajemen kualitas dapat distandarkan dan didisain dengan baik, diterapkan dengan baik, pengelolaan sistem kualitas secara hati-hati akan memberikan kepercayaan bahwa output akan memenuhi persyaratan dan harapan konsumen.

ü  MBNQA
Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan terus menerus (continuously improvement) dengan menggunakan pengukuran dan memberikan feedback mengenai kinerja organisasi secara keseluruhan dalam penyediaan produk dan jasa yang berkualitas.
MBNQA digunakan sebagai suatu kerangka kerja untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja manajemen. MBNQA dapat membantu organisasi menghadapi lingkungan dinamis, membangun sistem kerja yang tinggi, menerjemahkan visi dan misi ke dalam strategi, membangun kesuksesan jangka pendek serta stabilitas organisasi untuk jangka panjang.

ü  Balanced Score Card (BSC)
Kartu skor berimbang (bahasa Inggris: balanced scorecard, BSC) adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dema kali dikembangkan dan digunakan pada perusahaan Analog Devices pada tahun 1987. Dengan tidak hanya berfokus pada hasil finansial melainkan juga masalah manusia, BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem manajemen strategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja sambil menyeimbangkan sasaran finansial dengan perspektif pelanggan, proses, dan karyawan.

ü  Six Sigma
Six Sigma sebagai metode peningkatan proses bisnis yang bertujuan untuk menemukan dan mengurangi faktor–faktor penyebab kecacatan, mengurangi waktu siklus dan biaya operasi, meningkatkan produktifitas, memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik serta mendapatkan hasil atas investasi yang lebih baik dari segi produksi maupun pelayanan (Evan dan Lindsay, 2005).
ü  Quality Control Cycle
Quality Control Circle adalah sejumlah karyawan terdiri dari 3-7 orang dengan pekerjaan yang sejenis yang bertemu secara berkala untuk membahas dan memecahkan masalah-masalah pekerjaan dan lingkungannya dengan tujuan meningkatkan mutu usaha dengan menggunakan perangkat kendali mutu.

4. Model Total Quality Management yang cocok untuk situs web hubla.dephub.go.id​, hubdat.dephub.go.id, dan hubud.dephub.go.id​.
Untuk pemilihan model Total Quality Management sendiri menurut penulis model yang baik digunakan untuk melakukan pengecekan standar adalah model Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA)
Yang “merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan terus menerus (continuously improvement) dengan menggunakan pengukuran dan memberikan feedback mengenai kinerja organisasi secara keseluruhan dalam penyediaan produk dan jasa yang berkualitas.”  dengan penjelasan singkat tersebut penulis memilih model ini yang baik digunakan dalam sistem situs web yang sudah penulis analisis sebelumnya.
Dengan melakukan pengumpulan feedback dari pengunjung dan melakukan pengecekan, perbaikan, dan perubahan pada struktur, fungsi dan sistem dalam situs web, maka situs web tersebut sudah baik kualitasnya. Oleh karena itu dibutuhkan kerja oleh tim dari masing-masing situs web untuk membuat kolom feedback agar pengunjung dapat memberikan pendapatnya. Dan perlu diperhatikan kelanjutan dari feedback tersebut, sebagaimana pendapat pengunjung dapat meningkatkan kualitas dari situs web yang bersangkutan. Setelah feedback diterima diharapkan situs web dapat melakukan optimasi terhadap situsnya masing-masing setiap minggu atau setiap bulan minimalnya, agar situs web selalu memenuhi standar yang terus berubah-ubah.
Untuk feedback dari penulis sendiri seperti membenahi tampilan situs web, mengurangi content yang kurang pas, serta menambah bandwidth diharapkan dapat segera dilakukan. Karena untuk tingkat pemerintahan situs web yang disebutkan tadi masih jauh kualitasnya dari sudut pandang pengunjung.
Sedangkan untuk model Total Quality Management pada instansi pemerintahan yang bersangkutan penulis memilih model Quality Control Cycle.
“Quality Control Circle adalah sejumlah karyawan terdiri dari 3-7 orang dengan pekerjaan yang sejenis yang bertemu secara berkala untuk membahas dan memecahkan masalah-masalah pekerjaan dan lingkungannya dengan tujuan meningkatkan mutu usaha dengan menggunakan perangkat kendali mutu.”
Tetapi dengan perubahan dikarenakan Quality Control Cycle merupakan model dari Total Quality Management yang merupakan kontrol kualitas untuk organisasi enterprise yang memproduksi barang dan jasa, tetapi modelnya dapat digunakan di institusi pemerintah.

KESIMPULAN DAN SARAN
Hasil analisis situs web pemerintahan dalam bidang transportasi, yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (hubla.dephub.go.id)​, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (hubdat.dephub.go.id)​, serta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (hubud.dephub.go.id)​ adalah sebagai berikut :

Total Quality Management atau Pengendalian mutu total merupakan suatu pendekatan yang melampaui teknik-teknik pengendalian mutu statistik biasa dan metode-metode peningkatan mutu. Dengan metode, kriteria, dan tujuan masing-masing, tidak semua model TQM akan cocok dengan segala jenis organisasi dan pekerjaan. Jadi harus dicermati model penilaian standar mutu manajemen yang mana yang akan digunakan. Seperti pada analisis yang dilakukan bahwa untuk situs web dapat menggunakan model MBNQA dengan sistem feedback, dan institusinya menggunakan Quality Control Cycle yang hanya diambil contoh penilaiannya saja, karena masih kurang cocok dengan institusi pemerintahan.
Dari hasil analisis tersebut sebaiknya pemerintah melakukan pembenahan laman, baik dari sisi tampilan maupun isi atau konten yang harus selalu diperbaharui secara berkala. Kemudian hendaknya pemerintah meningkatkan kapasitas internet pada server agar meningkatkan efisiensi dan efektifitas laman. Serta tampilan pada laman dibuat semenarik mungkin dan dikembangkan dengan tambahan informasi yang bermanfaat bagi pengguna.
Kemudian sebaiknya para pelaku organisasi, enterprise, dan institusi untuk selalu meningkatkan kualitas manajemennya dengan melakukan kontrol berkala dengan sistem Total Quality Management. Serta menggunakan model-modelnya dengan tepat dan cermat untuk hasil yang baik dan selalu dalam standar kualitas yang berlaku.
     Untuk saran terpisah yang ditujukan kepada 3 situs web yang sudah disebutkan diharapkan untuk menambahkan kolom feedback agar kegiatan MBNQA dapat berjalan dengan pengunjung atau masyarakat sebagai juri yang menilai dan memberikan optimasi kepada situs web yang bersangkutan.

DAFTAR PUSTAKA
Satria Dilano, Rizqa Fitria, Andri Muhammad, Ghina Nurul, Tiara Azalia. 2017. Analisis terhadap 3 Situs Web Pemerintahan Bidang Transportasi. Bogor.
Satria Dilano, Rizqa Fitria, Andri Muhammad, Ghina Nurul, Tiara Azalia. 2017. Total Quality Management. Bogor.